[Makalah] PERKEMBANGAN PENGAWASAN BIBLIOGRAFI
Nama : Anindra Rizky Karimah
NIM : 13040112130118
Kelas : B
Jurusan : S1-Ilmu
Perpustakaan
Fakultas Ilmu
Budaya
Universitas Diponegoro
2013
Makalah
PERKEMBANGAN PENGAWASAN BIBLIOGRAFI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Universal
Bibliographic Control (UBC). UBC adalah sebuah konsep pengawasan bibliografi
secara internasional yang lahir pada konferensi yang diadakan pada tahun 1977
oleh IFLA (International Federation of Library Associations). UBC merupakan
gagasan dari IFLA yang didukung sepenuhnya oleh UNESCO (United Nations for
Educations, Scientific and Cultural Organisation) yaitu salah satu organisasi bawahan
Perserikatan Bangsa Bangsa yang membidangi masalah pendidikan, keilmuan dan budaya.
Tujuan dari
UBC adalah terwujudnya pertukaran data bibliografi nasional antar negara yang dihimpun
oleh agen bibliografi nasional di negara tersebut, dengan maksud agar tidak
terjadi duplikasi pencatatan bibliografis. Pengawasan bibliografi sangatlah
penting di dunia perpustakaan dan kearsipan. Adanya pengawasan bibliografi
memudahkan pelaksanan temu balik informasi. Selain itu pemakai dapat menentukan
lokasi keberadaan sebuah dokumen. Maka dari itu penulis akan membahas tentang
perkembangan pengawasan bibliografi. Sudah sejak akhir
abad ke-19 yang lalu ada upaya untuk merealisasikan gagasan pengawasan
bibliografi universal.
B.
Rumusan Masalah
a.)
Apakah pengertian dari
bibliografi?
b.)
Apakah pengertian dari Pengawasan
Bibliografi?
c.)
Bagaimana perkembangan pengawsan
bibliografi di Indonesia?
d.)
Apakah fungsi dari bibliografi?
e.)
Bagaimanakah perkembangan sejarah
bibliografi?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian Bibliografi
1
Mengetahui pengertian Pengawasan Bibliografi
2
Mengetahui manfaat bibliografi
D.
Manfaat
Untuk memberikan pengetahuan dari pengawasan bibliografi di Indonesia dan gambaran
manfaat bibliografi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Bibliografi
Kata bibliografi
berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan
Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti
penulisan buku.Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat
deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan,
yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki.
Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu
buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
B.
Pengertian Pengawasan Bibliografi
Pengawasan bibliografi ialah usaha pengembangan
dan pemeliharaan suatu sistem pencatatan bagi semua bentuk bahan, baik yang
diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan, yang berbentuk bahan tercetak, bahan
audiovisual maupun bentuk lain, yang menambah khazanah pengetahuan dan
informasi.
C.
Perkembangan Pengawasan Bibliografi
Kesadaran bahwa pengawasan bibliografi yang
menyeluruh (mencakup semua bidang dan seluruh dunia) sangat perlu, bukanlah hal
yang baru. Sudah sejak akhir abad ke-19 yang lalu ada upaya untuk
merealisasikan gagasan pengawasan bibliografi universal. Tokoh terkenal yang
menjadi perintis gerakan pengawasan bibliografi ini adalah Paul Otlet dan Henri
LaFGntame. Mereka bahkan mengharapkan bahwa pengawasan bibliografi tidak
terbatas saja pada buku, tetapi juga mencakup akses ke bagian-bagian dari buku,
arlikel dalam jurnal, laporan penelitian, brosur, paten, terbitan pemerintah,
dokumen kearsipan, foto, surat kabar. Dahulu dikira bahwa hal ini dapat
terlaksana lewat penerbitan suatu bibliografi universal yang mencakup semua
publikasi seluruh penjuru dunia. Otlet dan LaFontaine memprakarsai suatu
konperensi yang diadakan di Brussels pada tahun 1892 untuk membahas bibliografi
universal ini. Salah satu upaya untuk mewujudkan impian ini ialah pendirian
Institut lateraatioaal de Bibliographie yang akan menyusun bibliografi
universal ini. Untuk itu staf II3 mengumpulkan dan menelusur sebanyak mungkin
bibliografi, katalog perpustakaan, katalog penerbit dan toko buku, serta daftar-daftar lam, untuk mengidentiflkasi
terbitan-terbitan dari seluruh dunia. Hingga tahun 1920 hampir 60 juta entri
disalin pada kartu dengan tulisan tangan lalu disusun menurut subjek. Mula-mula
untuk itu digunakan Dewey Decimal Classification, kemudian Universal Decimal
Classification, yang khusus dibuat untuk penyusunan bibliografi universal tsb.
Sampai tahun empat puluhan pelaksanaan
pengawasan bibliografi masih bertolak dari pendekatan sentralisasi. Unesco
misalnya, dalam program pengawasan bibliografi merencanakan pembentukan suatu
pusat bibliografi yang akan menangani koordinasi semua kegiatan perpustakaan
dan badan bibliografi seluruh dunia dan menerbitkan berbagai sarana
bibliografi, seperti katalog induk dan bibliografi. Namun tidak lama kemudian
fokus berubah, karena mulai timbul kesadaran bahwa keterlibatan badan-badan
atau pusat-pusat nasional sangat perIu. Pada awal tahun limapuluhan aktivitas
Unesco didasari pandangan yang lebih realistis. Kemajuan dalam pengawasan
bibliografi secara internasional hanya dapat terwujud apabila pengawasan pada
tingkat nasional te1ah beIjalan dengan baik. Mulai saat itu Unesco mulai
terlibat dalam perencanaan dan pengembangan perpustakaan-perpustakaan nasional,
Serangkaian pertemuan diadakan untuk membicarakan pengawasan bibliografi
nasional dan koordinasi mekanisme kerja badan-badan yang bertanggung jawab atas
pengawasan pada tingkat nasional. Pertemuan yang sangat penting ialah Symposium
of Ifational Libraries in Europe yang
diadakan di Wina pada tahun 1958. Hasil simposium ini menjadi dasar untuk
mendefinisikan peran perpustakaan nasional dan tanggung jawabnya dalam
pengembangan pengawasan bibliografi nasional.
Enam
fungsi utama dari pengawasan bibliografi a. Daftar Pustaka menempatkan buku
keberadaan atau bahan pustaka lainnya. b. Hal ini memungkinkan para peneliti /
pembaca tentang literatur sebelumnya yhe yang mungkin terkait di / nya bidang.
c. Bibliografi membantu pengguna untuk menghemat waktu dan nilai fisik. d. Ini
adalah alat yang ampuh untuk pemilihan buku. e. panduan bibliografi Beranotasi
peneliti untuk memutuskan apakah dokumen akan berharga atau tidak.
Jenis bibliografi yang ada Jenis bibliografi
nasional kepustakaan: itu adalah daftar catatan di negara tertentu. Ini
berkaitan dengan buku yang diterbitkan di suatu negara. Ini berkaitan dengan
warga negara yang menerbitkan buku-buku. Ini dibatas jangka bentuk dokumen apa
yang pernah akan buku, majalah, microfilm, pamflet dll itu harus baru atau
sejarah dalam waktu dan juga harus daerah geografis terbatas atau terbatas pada
suatu negara.
Kepustakaan sekarang itu berarti keluaran
terbaru dari dokumen yang diubah dalam periode waktu tertentu. Bibliografi saat
diterbitkan secara berkala. Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hal
sebelumnya yang outdate. Untuk mengganti daftar pustaka yang lama saat harus
membuat. Universal kepustakaan: Bibliografi universal adalah daftar koleksi
dari semua jenis dokumen dalam setiap bahasa dengan tema mereka. Ini adalah
akhir konsep yang samar-samar tidak terbatas di daerah subjek dan geografis.
Kepustakaan Subyek: bibliografi dari subjek khusus yang berkaitan dengan subjek
yang sama dan sifat yang sama disebut bibliografi subjek. Ini adalah daftar
lengkap dari buku, majalah, pamflet dan bahan bacaan lainnya dalam mata
pelajaran tertentu. Kepustakaan Author: bibliografi khusus dari teks khusus
dari penulis yang sama. Hal menit buku, artikel, atc. Ditulis dan penulis atau
dikaitkan dengannya dan bahan tertulis tentang penulis dengan lainnya. Khusus
kepustakaan: untuk memilih sektor bahan yang berbeda dan mempertahankan
bibliografi khusus. Perdagangan bibliografi: Perdagangan bibliografi
menunjukkan catatan bibliografi buku untuk tujuan bisnis. Organisasi komersial
seperti penjual buku, penerbit, dan distributer mengatur bibliografi
perdagangan. Ini berfokus jumlah buku sebagai komoditas. Ia tidak tahu apa tema
dari buku ini. Perdagangan bibliografi kapanpun nasional dan wilayah geografis
internasiona
Hal ini dapat tingkat nasional dan
internasional. Beberapa badan hukum diterbitkan bibliografi Perdagangan untuk
tujuan bisnis. Bibliografi bibliografi: itu adalah kompilasi dari dari
bibliografi bibliografi. Hal ini juga besar ukurannya. Ini adalah sifat yang
sangat selektif. Ini adalah daftar bibliografi tercatat dalam urutan yang
sistematis dan logis. Ini mencakup semua jenis bibliografi di bidang subjek
berbagai, secara terpisah diterbitkan. Titik akses dan metadata dalam
pengawasan bibliografi Titik akses mengarah pengguna untuk merekam, deskripsi
memungkinkan pengguna untuk memutuskan, apakah item yang diinginkan adalah yang
dicari, dan lokasi membawa pengguna ke diinginkan, dokumen. Ini adalah
formulasi yang sederhana dan mendalam dan merupakan dasar dari semua
katalogisasi. Metadata dan kontrol
otoritas Metadata-harfiah "data tentang data" (definisi yang akan
mencakup katalogisasi nyata jika secara harfiah)-muncul dari keinginan
non-pustakawan untuk meningkatkan retrievability dari Halaman Web dan dokumen
internet lainnya. Konsep dasar dari metadata adalah bahwa seseorang dapat
mencapai kecukupan recall dan presisi (lihat di bawah untuk pembahasan
kriteria) dalam mencari database tanpa proses memakan waktu dan mahal standar
katalogisasi
D.
Pentingnya Pengawasan Bibliogrfi
1.
Pengawasan ini perlu agar informasi rekam dapat
dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kemajuan segala bidang, bidang sains dan
teknologi, ilmu sosial, humaniora, maupun semua aspek kehidupan sehari-hari,
sangat bergantung dari adanya sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang
dikelola dengan baik sehingga dapat diakses dengan mudah dan cepat apabila
diperlukan.
2.
Untuk memberikan informasi kepada pembaca atau
pengguna kontrol bibliografi meliputi deskripsi ilmiah dan akses subjek melalui
kode katalog seragam, skema klasifikasi dan otoritas nama.
3.
Dapat dikatakan bahwa kontrol bibliografi sangat
penting untuk mengembangkan dan memperbarui layanan perpustakaan sebagai user
friendly. Selain itu, kontrol bibliografi adalah alat fundamental untuk koleksi
hormat koleksi referensi ilmiah.
E.
Fungsi Utama Bibliogfari
Enam fungsi utama dari pengawasan bibliografi a.
Daftar Pustaka menempatkan buku keberadaan atau bahan pustaka lainna. b. Hal
ini memungkinkan para peneliti / pembaca tentang literatur sebelumnya yhe yang
mungkin terkait di / nya bidang. c. Bibliografi membantu pengguna untuk
menghemat waktu dan nilai fisik. d. Ini adalah alat yang ampuh untuk pemilihan
buku. e. panduan bibliografi Beranotasi peneliti untuk memutuskan apakah
dokumen akan berharga atau tidak
BAB III
Penutup
A.
Kesimpulan
Pengawasan bibliografi sangatlah penting dilakukan. Kegiatan ini mempunyai banyak hal
segi positif dalam mengelola perpustakaan. Pengawasan bibliografi
yang menyeluruh (mencakup semua bidang dan seluruh dunia) sangat perlu,
bukanlah hal yang baru. Sudah sejak akhir abad ke-19 yang lalu ada upaya untuk
merealisasikan gagasan pengawasan bibliografi universal. Tokoh terkenal yang
menjadi perintis gerakan pengawasan bibliografi ini adalah Paul Otlet dan Henri
LaFGntame. Mereka bahkan mengharapkan bahwa pengawasan bibliografi tidak
terbatas saja pada buku, tetapi juga mencakup akses ke bagian-bagian dari buku,
arlikel dalam jurnal, laporan penelitian, brosur, paten, terbitan pemerintah,
dokumen kearsipan, foto, surat kabar. Dahulu dikira bahwa hal ini dapat
terlaksana lewat penerbitan suatu bibliografi universal yang mencakup semua
publikasi seluruh penjuru dunia
B.
Kritik dan Saran
Saya berharap makalah ini bermanfaat bagi
para pembaca. Saya juga menyadari bahwa makalah ini banyak kekurangannya. Oleh
karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
perbaikan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abdi,fauzan.2012.’’Pengawasan
Bibliografi,’’dalam sebuah jurnal bodoh.blogspot.com (diunduh 31 november 2012)
www.kolom-biografi.blogspot.com
(diakses 4 Juli 2013)
bassamfahmy.yolasite.com/…/sejarah-singkat-dan-tujuan-bibliografi
(diakses 4 Juli 2013)
Komentar
Posting Komentar